Hikaru dining
NAMA : MIFTAKHUL NUR HAYATI
KELAS : PBS 2D
NIM : 175231159
GAYA ELITE PENGURAS DUIT
Nama saya Miftakhul Nur Hayati. Saya kuliah di IAIN Surakarta. Saat ini saya sedang kuliah semester 2 jurusan perbankan syariah. Pada esai saya kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya makan makanan Asia. Sebenarnya itu merupakan tugas akhir dari mata kuliah Metodologi Study Islam. Tugasnya sebenarnya sangat simpel namun menguras uang.
Kami disuruh melakukan observasi di kafe ataupun restoran yang menyediakan makanan Asia. Untuk tempatnya sudah ditentukan oleh dosen kami. Satu kelompok berisi tiga orang. Kelopok saya terdiri dari saya sendiri, Aprilia Hermawati, dan Syarah Ayu Nur Annisa. pembagian tempat dibagi dengan cara di lotre. Kelopok saya mendapatkan tempat observasi di Hikaru Dining, Hartono Mall. Kami diberi waktu dua minggu untuk melakukan tugas akhir tersebut.
Tepat pada hari Selasa, tanggal 1 Mei 2018 saya dan kelompok saya melakukan observasi di restoran tersebut. Saya berangkat dari rumah menuju Solo jam satu siang. Saya sampai di kos sekitar jam 2 kurang 10 menit. Sesampainya dikos saya hanya menaruh tas dan langsung menuju ke kos teman saya yang bernama April. Awalnya kami berniat dari kos ke Hartono all naik bis karena tidak ada motor. Namun akhirnya teman saya meminjam motor ke teman satu kosnya. Setelah itu, kami berangkat ke Hartono Mall jam 2 lebih 20 menit.
Kami berangkat kesana dengan menggunakan maps. Awalnya kami sedikit bingung namun akhirnya sampai juga di Hartono all. Kami sampai disana tepat jam 15.00. Setelah parkir motor kami menunggu teman kami yang bernama syarah. Kami memang janjian bertemu disitu karena dia berangkat dari rumahnya langsung menuju Hartono Mall. Kami menunggu sekitar 7 menit karena setelah itu dia datang enghapiri kami. Dia datang bersama temannya dari rumah.
Setelah itu kami pergi bersama-sama mencari restoran Hikaru Dining. Kami bingung karena waktu browsing hikaru dining berada di upper ground. Kami tidak tau apa artinya karena ada kata up sehingga kami memutuskan untuk naik sampai lantai atas. Kami berkeliling di lantai atas namun ternyata kami tidak menemukannya. Akhirnya kami turun ke lantai 3 namun tetap saja kami tidak melihatnya.
Setelah itu kami turun lagi ke lantai 2. Tepat di bawah eskalator kami baru melihat adanya restoran Hikaru Dining. Hati saya rasanya lega sekali. Tetapi kami tidak langsung masuk melainkan kami duduk dulu di depan restoran yang kebetulan ada kursi umumnya. Setelah itu, kami melihat-lihat menu yang ada di depan restoran. Setelah sekitar 5 menit kami baru masuk ke dalam restoran tersebut.
Kami masuk langsung menuju ke meja depan yang ada pelayannya. Kami kesana dengan maksud untuk meminta daftar menu. Namun setelah kami sampai pelayannya memberi isyarat kepada kami untuk duduk terlebih dahulu. Awalnya, kami mau duduk di kursi namun teman saya lainnya untuk duduk di lesehan khas ala Jepang. Kami pun akhirnya duduk dan diberi daftar menu oleh pelayannya.
Kami diberi daftar menu per orang, jadi kami memegang daftarnya satu satu. Saat saya membukanya, jujur saya sangat kaget. Ternyata tidak hanya saya, karena teman saya yang lainnya juga shock setelah melihatnya. Harganya sangat tidak pas dikantong. Harga minimal Rp20000 per menu. Karena itu akhirnya saya memilih-milih menu yang unik dan yang murah.
Karena ini merupakan tugas kelompok, kami memutuskan untuk pesan menu yang berbeda-beda. Saya pribadi memesan menu Midori roll karena saya mendapatkan bagian menu sushi. Saya memilih sushi jenis tersebut karena sedang ada promo sehingga harganya menjadi Rp23000. Selain itu, shusi Midori Roll terdiri dari kombinasi tuna dan salmon. Karena itulah saya memilih menu tersebut.
Setelah pesanan saya datang, jujur saya kaget. Awalnya, saya mengira kalau sushi isinya sesuai pada gambar yaitu 8 biji. Namun ternyata satu porsi isinya hanya 4 biji, itupun ukurannya kecil. Saya bingung bagaimana cara memakannya. Dalam menu sushi, ternyata terdapat bumbu-bumbu yang tidak saya mengerti. Untung saja ada teman saya yang mengerti cara memakannya sehingga saya diberitahu.
Kemudian, saya diberitahu kalau kuahnya dituang ke tempat yang sudah disediakan sejak tadi. Selain itu, ada juga bumbu yang warnanya hijau. Kata teman saya, bumbu tersebut adalah sambal. Setelah itu, saya mengoleskan sambal tersebut ke atas sushi saya. Setelah itu, saya langsunng memakannya setelah saya celupkan ke dalam kuah tersebut. Setelah sudah masuk ke mulut saya, rasanya pedas sekali bercampur asin. Ingin saya muntahkan, namun tempatnya yang tidak memungkinkan, sehingga tetap saja saya telan. Kemudian saya netralkan perut saya dengan minuman yang telah saya pesan.
Kalau minuman, saya pesan Osaka Hazelnut Milk. Namanya begitu asing dan sangat khas Jepang. Alasan saya memesannya karena saya sudah tertarik dengan namanya. Selain itu, saya juga sangat menyukai minuman yang mengandung Hazelnut. Minuman tersebut dibandrol dengan harga Rp21000. Alasan lain saya memilihnya, karena harganya yang masih termasuk dalam kategori minimal.
Minuman tersebut berwarna krim dengan diberi topping white creame. Kalau minumannya saya sangat menyukainya. Selain tampilannya yang menarik, rasa manisnya juga terasa. Namun sayangnya, rasa minumannya seperti es tung tung. Es tung tung keliling yang biasanya dijual dengan harga Rp3000. Meskipun begitu, saya sangat menikmati minuman tersebut.
Selain makanan dan minuman, saya juga memesan dessert. Awalnya saya memesan Japanese thousand layer cake. Namun karena stoknya habis, akhirnya saya memesan jenis Matcha Tempura Ice Cream. Dessert tersebut dihargai dengan harga Rp27000. Saya kira dessertnya kecil sesuai yang ada digambar. Namun setelah datang, ternyata dessertnya besar. Selain itu, dessertnya diberi empat sendok sehingga cukup dimakan sebagai makanan penutup untuk 4 orang.
Saya sangat menikmati dessertnya. Dessertnya sangat lumer dengan cream matcha. Selain itu, dessertnya dihiasi dengan topping choco chip dengan diberi buah strawberry di atasnya. Dessert tersebut bisa disebut seperti es krim goreng. Meskipun begitu, saya sangat menyukainya, rasanya manis dan sangat lumer di mulut.
Selain menu di atas, saya juga mencicipi makanan dan minuman yang dipesan teman saya. Pertama, saya akan mendeskripsikan pesanan dari Aprillia. Dia memesan jenis Chicken Teriyaki Donburi. Menu tersebut dibandrol dengan harga Rp32000. Makanannya disajikan di dalam mangkok yang berisi nasi, ayam, timun, bawang bombay, dan jamur kancing. Bagi saya, rasanya masih seperti makanan di Indonesia, hanya saja penyajian lauknya yang berbeda. Sehingga, ketika saya mencicipinya saya langsung lahap makannya.
Sedangkan minumannya, April memesan minuman Taro Milk Latte. Harga minuman tersebut adalah Rp23000,-. Ketika saya mencicipinya, saya rasa minumannya kurang manis. Bahkan, saya sempat berkata kalau rasanya seperti air tawar. Saya pun tetap menyangkal jika minumannya memang tidak manis. Setelah itu, saya ditertawakan teman-teman saya. Dan kemudian meminta saya untuk meminum yang bagian bawah. Dan ternyata memang ada rasanya, bahkan di dalam minumannya terdapat potongan buah alvokad.
Selain April saya juga mencicipi pesanan Syarah. Dia memesan menu Inari Spicy Salmon. Menu tersebut dihargai dengan Rp35000,-. Satu porsi berisi 2 biji dengan bentuk yang unik. Diatas makanannya diberi hiasan potongan alvokad. Kulitnya dilapisi dengan telur kecap sehingga rasanya sangat manis. Sedangkan di dalam makanannya, berisi masakan yang rasanya gurih. Sehingga, ketika saya memakannya rasanya campur, antara manis dan gurih.
Sedangkan untuk minuman, Syarah memesan Matcha Milk Latte. Minuman tersebut dibandrol dengan harga Rp23000,-. Tampilan minumannya juga menarik, dengan tambahan topping white cream. Tehnya sangat terasa, sehingga rasanya sedikit pahit. Meskipun begitu, minuman tersebut sangat baik untuk membantu program diet.
Selain itu, saya juga merasakan makanan Chicken Katsu Ramen. Ramen jenis tersebut dihargai dengan harga Rp45000,-. Setelah mencicipi saya tidak begitu menyukai mienya. Kuahnya seperti kuah sayur yang rasanya gurih. Namun, ada hal yang membuat saya ketagihan. Hal tersebut ialah Chicken Katsunya. Chickennya sangat lezat, baik di makan langsung ataupun diberi kuah. Selain itu, di dalam ramen tersebut terdapat jamur tiram dan juga telur setengah matang.
Makanan-makanan yang disajikan di Hikaru Dining, sangat khas Jepang. Meja makan yang sudah ditata seperti di restoran-restoran Jepang. Desain interiornya sangat unik. Desainnya sangat berbeda dengan restoran-restoran yang lain. Desain interiornya didominasi oleh warna cokelat muda dan cokelat tua. Selain itu, lampunya yang redup, menambah kenyamanan dalam menikmati hidangan.
Saya sangat menikmati suasana di dalam Hikaru Dining. Tidak terasa saya makan disana telah menghabiskan waktu 1 jam lebih 45 menit. Tempatnya yang sangat rapi membuat saya malas untuk pulang. Selain itu, restoran tersebut sangat cocok bagi yang suka berfoto. Dan tempat yang romantis bagi yang ingin makan malam dengan pasangannya.
Setelah selesai makan, kami langsung ke kasir untuk membayarnya. Awalnya saya mengira kalau billnya berupa print komputer. Saya berasumsi tersebut karena Hikaru Dining sudah termasuk restoran yang berkelas. Namun, setelah membayar ternyata billnya berupa tulisan tangan. Sebelum saya pergi, saya sempat meminta foto bersama juru masaknya. Namun, mbaknya memiliki alasan tertentu sehingga mbaknya tidak mau diajak foto bersama.
Beberapa hari setelahnya, saya diberitahu kalau ternyata terdapat pajak makanan. Pajaknya cukup tinggi karena Tax 10% di tambah pajak servis sebesar 5%. Ketika saya melihat billnya ternyata memang benar kalau terdapat pajak sebesar 15%. Baru setelah itulah saya membayar uang ganti pajaknya kepada teman saya yang dahulu membayar makanan.


Komentar
Posting Komentar